Gerobak Idaman
Gerobak Idaman adalah salah satu warung kuliner yang ada di desa Pagutan. Usaha kuliner ini dimulai sejak tahun 2003, warung ini awalnya hanya menjual es campur saja dan tidak mempunyai identitas sama sekali. Sesuai dengan judul, Kapan dan mengapa warung ini dinamakan GEROBAK IDAMAN ? Berikut kami ulas dalam blogg ini dan kami tuangkan dalam bentuk cerita pendek tentang perjalanan GEROBAK IDAMAN, sebagai refrensi dan penyemangat yang ingin membuka usaha kuliner.
Belajar dari pengalaman sejak 16 tahun yang lalu tepatnya pada akhir tahun 2003 kami mencoba untuk membuka usaha yaitu menjual es campur yg biasanya hanya ditemukan diperkotaan saja. Namun dengan tekad dan semangat kami mencoba untuk menciptakan sekaligus menjajakan minuman tersebut. Walau banyak orang yang membisikkan bahwa daya beli masyarakat masih rendah dan kuliner semewah ini belum pantas untuk dijajakan dan dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan. Walau banyak bisikan teman2 senior bahwa ini belum saatnya untuk membuka usaha semacam ini.
Namun tidak dengan Gerobak Idaman, kami tidak mau terpengaruh terhadap isu-isu yg bisa menjatuhkan semangat serta merusak mental usaha yg telah berjalan, kami terus dalam tekad yg sama bahwa "Es Campur ini akan familiar serta eksis pada waktunya". Tak disangka setelah beberapa pekan, banyak pelanggan yg suka dengan rasa minuman ini. Alhamdulillah apa yg menjadi harapan dari tekad dan semangat yang kuat yg terpatri dari awal kami bisa menfamiliarkan produk minuman tersebut. Dengan naiknya statistik pengunjung artinya peminat dan pembeli serta omset, harus di iringi dengan peningkatan pelayanan yang baik dan berkualitas.
Setahun lebih usaha jual es campur tersebut berjalan, seiring dengan waktu pula para pengunjung pun makin bertambah dan meluas, karna bukan hanya warga sekitar saja yang menjadi target kami, tapi masyarakat yang dari luar kampung dan pengguna jalan yg melintasi pun menjadi target pemasaran. Dengan peningkatnya kebutuhan daerah di bidang infrastruktur mulai dari pelebaran jalan raya, drainase yg ada di Pagutan dan juga dimulainya pengembangan bangunan dari masyarakat setempat mengingat meningkatnya antusiasme untuk membuka toko dan warung sudah dimulai sejak itu. Kami pun ikut tergusur dan harus mencari lokasi kosong untuk melanjutkan usaha tesebut. Terkendala dengan tempat akhirnya kami memutuskan untuk sementara waktu libur berjualan sambil mencari lokasi baru. Ada cerita menarik saat kami libur jualan yaitu ada seorang wanita muda yang cerita bahwa dia kepengen banget minum es campur milik kami. Usut punya usut wanita muda itu lagi NGIDAM, walaupun masih libur kami berusaha untuk membuatkan Es Campur untuk menutupi rasa NGIDAMnya.
Pembangunan pun sudah usai, kami masih kesulitan untuk mencari lokasi lapak. Dan kami putuskan untuk berhenti berjualan es dan berpindah profesi menjadi penjual bakso keliling. Ternyata usaha bakso sangat menjanjikan, keutungan yg lumayan membuat kami bertahan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Keberkahan dari berjualan bakso pun diikuti berita gembira karena istri tercinta dinyatakan positif hamil oleh bidan desa. Mendengar berita gembira menjadi penyemangat tersendiri dalam menjalankan roda hidup ini. Namun ternyata dibalik kegembiraan tuhan selalu menyelipkan ujian kepada hamba-hamba Nya. Ujian terbesar kali itu adalah istri tercinta tak bisa mencium bau rempah-rempah. Pada akhirnya kami putuskan untuk berhenti berjualan bakso.
Sebulan lebih gak jualan bakso akhirnya saya putuskan untuk berjualan Es kembali tapi saat itu yang lagi tren adalah Es Kelapa Muda. Singkat cerita Es Kelapa Muda yang kami jajakan sangat diminati oleh masyarakat mulai dari PELAJAR, PEKERJA sampai PENGAJAR, yaitu mulai dari SD, SMP, SMA,MAHASISWA,PETANI,BURUH,BIDAN, DOKTER, TUKANG OJEK, GURU DLL. Mereka rela mengantri panjang hanya untuk mendapatkan 1 bks Es Kelapa Muda. Dengan meningkatnya konsumen brarti meningkat pula kebutuhan kelapa mudanya, mulai dari 50 sd 80 butir Kelapa muda setiap hari terjual. Bayangkan dalam perbutir saja kita mendapatkan keutungan 1- 2 ribu rupiah, artinya perhari saja kami bisa memperoleh keutungan sebesar 50 sd 150 ribu di tahun 2004. Alhamdulillah usaha ini berjalan mulus hingga pertengahan tahun 2005. Warung kuliner kami setiap hari dikunjungi lebih dari 100 orang. Karena seringnya para pelanggan berkunjung sampai akhirnya mereka tau nama kami selalu owner sebut saja nama saya (Man) dan nama istri saya (Ida). Karena banyaknya pengunjung yang kenal akhirnya orang-orang biasa menyebutnya ES KELAPA MUDA IDAMAN. Alasan mereka sederhana es kelapa mudanya enak dan berkualitas, tempatnya bersih, ada juga yang bilang buk Ida sama pak Man orangnya ramah. Dari testimoni tersebut saya senantiasa untuk mempertahankan tiga prinsip itu sampai sekarang, yaitu dengan tetap mempertahankan kualitas rasa, kebersihan serta memberikan pelayanan terbaik, salah satunya yaitu menjaga komunikasi yang baik dengan konsumen. Menerapkan Pelayanan terbaik bagi konsumen adalah hal yang penting untuk mencapai keberhasilan dalam berniaga, apalagi jenis usaha yg dikembangkan adalah usaha makanan/kuliner. Tapi di tahun 2005 adalah moment Ujian terberat di tahun itu karena kami sempat broken home (bercerai) dengan istri saya. Perceraian itu berlangsung selama 1 tahun hingga pertengahan tahun 2006, saat itu kami kembali merajut janji suci . Alhamdulillah tuhan mempersatukan lagi keluarga kecil kami. Di tahun 2007 Kami dikarun putri kedua. Jualan es kelapa muda tetap kami lanjutkan karna tidak ada kendala antara ngidam ke 2 dengan jenis usaha Es kelapa Muda ini. Karna seperti biasa sang istri hanya tidak bisa mencium aroma rempah-remoahan.
Tiga tahun ktmuadian tepatnya pada 2010 kami banting setir karena tempat lapak kami akan dibangun gudang bahan bangunan. Sehingga kami mencoba untuk berjualan cilok dengan cara berkeliling menggunakan sepeda motor kreditan (Honda Revo Absolut 110 cc). Alhamdulillah usaha cilok ini kami kembangkan dengan konsep yang sama, yaitu menjaga kualitas rasa, kehigienisan, memperhatikan kandungan gizi serta aman dari tambahan bahan2 kimia seperti pengawet atau borax. Menjaga kebersihan diri maupun peralatan serta komukasi yg baik dengan pelanggan juga tetap terjaga. Dan untuk menjadi motivasi juga bagi calon uwirausaha baru usaha cilok ini keuntungannya sangat menjanjikan, bb ayangkan modal 300 ribu bisa mendatangkan keuntungan 50%. Paling tidak kita bisa menabung 50-100 ribu per hari dari sisa kebutuhan sehari-hari. Namun lagi-lagi kami mendapat ujian, karna usaha cilok ini hanya bisa bertahan 1.5 tahun yaitu sampai pertengahan 2011. Karena pada tahun itu kami di karuniai lagi anak yang ketiga. Seperti biasa ketika ngidam sang istri tidak bisa mencium aroma rempah-rempah.
Selama dua bulan kami tidak ada aktivitas usaha, setoran motor pun kami angsur dari tabungan. Kegelisahan pun menyelimuti saat itu, karena tabungan yang seharusnya disiapkan untuk persalinan terpakai untuk setoran kreditan motor. Akhirnya saya memutuskan untuk membantu orang tua berjualan sembako di kios. Keajaiban pun datang saat membantu orang tua berjualan, datang seorang teman yang ngajak untuk memasang kwh listrik karena PLN salah satu BUMN Pemerintah yang lagi gencar-gencarnya dalam program SEJUTA TERANG. Saya pun meminta izin ke orang tua untuk menerima tawaran kerja tersebut. Alhamdulillah orang tua mengijinkan untuk ikut serta dalam proyek pemasangan kwh listrik yang terletak di Mataram. Dua hari ikut kerja mulai dari pemasangan instalasi listrik yang di lanjutkan dengan pemasang alat ukur meter listrik (kwh). Dalam dua hari kami bisa memasang 12 unit dengan total ongkos yang saya dapatkan 600 ribu rupiah. Dan pekerjaan ini saya geluti sampai 4 tahun. Cicilan motor pun terlunasi, beban kebutuhan pun bisa terpenuhi.
Alhamdulillah ya Alloh atas segala nikmat-Mu....
Seiring dengan berjalannya waktu yg namanya proyek pasti ada waktu kontraknya tepatnya pada tahun 2016 masa kontrak itu berakhir, kami pun kembali menggeluti usaha cilok, dan batagor (bakso tahu goreng). Kami beri label Cilok Idaman, karena rasa yang berkualitas membuat kami ke pedean untuk mengangkat nama yg dulu pernah viral ketika berjualan Es Kelapa Muda. Bayangkan omset perhari bisa mencapai diangka 6-8 ratus ribu. Dengan tekad yang kuat serta dengan cita-cita untuk terus untuk senantiasa mengembangkan dan membesarkan usaha dan namanya. Cita-cita sederhana kami adalah dengan usaha cilok ini kelak akan bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Benar saja setahun menjalankan usaha ini banyak yang meminta pekerjaan sebagai pedagang cilok. Saat itu kami hanya bisa memberikan satu orang saja karena terkendala dengan kurangnya pengalaman manajemen. Memang hidup ini harus diawali dengan hal-hal terkecil, seperti ilmu serta pengalaman.
Komentar
Posting Komentar